Menerima Harani 11, 13 Sebagai Hadiah dan Karunia Tuhan


Harani adalah salah satu kode penting dalam ilmu Manutiras "ciptaan" Arkand. (dahulu katanya Ilmu Ini bernama Mahakalashakti). Harani menunjukkan potensi jalan kehancuran atau jalan kematian seseorang atau suatu perusahaan/­organisasi. Perlu kita ketahui bahwa kehancuran bukanlah sesuatu yang menakutkan. Karena memang sudah siklus dari alam semesta bahwa ada kelahiran juga ada kehancuran.

Kode Harani yang positif akan membentuk jalan kematian yang normal tanpa bunuh diri atau perusakan.
Sedangkan kode Harani yang negatif sebaliknya akan terjadi proses kehancuran yang "BRUTE".

Katanya, Harani yang muncul tidaklah menunjukkan kepastian 100% , karena ada banyak
faktor-faktor lain yang bisa membelokkan takdir seseorang. Manusia tidak dapat mengelak takdir apabila memang sudah ditentukan. Namun ini takdir itu "tidak ada" yang ada adalah hukum tebar dan tuai. Semua takdir adalah akibat keputusan kita.

Sebagian besar orang tidak akan terhindar dari efek harani negatif jika
ada kode tersebut dalam namanya namun sebagian besar orang juga mampu untuk menghindari efek harani ini. Entahlah untuk apa harani ini "diciptakan".

Dari seluruh kode-kode Harani pada Arkand Secret Codes System, kode *5*,
*7*, *8*, *9*, *11*, dan *13* katanya adalah kode-kode yang menunjukkan akhir
yang buruk dalam setiap fase dan pada akhir keseluruhan mata rantai
kode-kode dalam nama. Perlu kita ketahui dan selalu ingat bahwa kita harus selalu menerima fase akhir dari sesuatu jika itu adalah memang sudah masanya untuk berganti dengan yang baru.

Menurut Arkan, Lady Di, Nike Ardilla, John Lennon , Paul Walker, JFK, Roger Rodas, Ade Sara, Munir , memiliki harani buruk sehingga pada akhir hidupnya mereka-mereka memiliki kejadian-kejadian yang menghancurkan. Sekarang pertanyaan saya adalah. Seberapa banyak juga orang-orang yang memiliki harani baik yaitu Harani yang ada di rentang positif (1, 2, 3, 4, 6, 10) namun juga tetap saja meninggal dalam kondisi buruk. Masih belum terdata.

Kalau memang teori tentang harani ini adalah teori yang benar, tentu saja sang pembuat bersedia untuk mempublikasikan teorinya kepada masyarakat demi kebaikan. Dengan cara ini menunjukan bahwa dirinya merupakan "sang terang" yang memberikan "penerangan" bagi orang lain. Jika memang teori ini perlu di hak ciptakan maka dirinya juga perlu untuk menghak ciptakan.

Harani itu POTENSI saja, BUKAN KEPASTIAN. Sama seperti jika ortu kita korengan, maka anaknya juga punya potensi kena korengan. Tapi apakah pasti kena? ya tidak juga karena dengan kontrol gaya hidup, maka bisa terhindar dari korengan. Hanya saja potensi dia lebih besar dibanding mereka yg tidak punya potensi.

Lalu bagaimana dengan harani positif? ya sama saja, itu juga cuma potensi saja. Misal haraninya positif tapi pekerjannya jadi stuntman, densus 88 atau jadi perampok, jadi pembalap, dll yaitu pekerjaan yang berisiko maka dia punya resiko celaka tinggi juga kan. Lagian, harani juga mungkin adalah strategi marketing dengan menakut-nakuti pembaca agar berganti nama. :)

Selama Teori tentang harani di pegang begitu kencang maka tinggal tunggu kehancurannya. Karena jalan alam semesta ini adalah keluar masuk seperti nafas kita. Ilmu yang masuk ke dalam jiwa kita pun perlu untuk di keluarkan dan dibagi kepada sesama agar hidup kita bahagia dan selaras dengan alam. Bagaimana mungkin katanya memberi nama agar selaras dengan alam namun dirinya sendiri tidak bersedia hidup selaras dengan alam dengan berbagi.

Harani sebenarnya adalah dari Hadiah dan Karunia Tuhan. Guru ngaji saya pernah ngomong, bahwa harani yang positif dan harani yang negatif keduanya merupakan ujian dari Allah. Bukan masalah bukan masalah negatif atau positifnya tapi masalah bagaimana kita menyikapinya. Bagaimana kita mensyukurinya agar itu semua menjadi ibadah dan pengabdian kepada Tuhan.

Masih sibuk loo ngurusin harani lagi? Saya mau cerita ini. Teman saya curhat ke saya, bahwa dirinya memiliki harani yang negatif. Dia ingin mengubah nama. Dia ketakutan ketika dia tahu bahwa nama harani dia negatif. Lalu apa yang terjadi? Ternyata sepanjang hari dia hidupnya ketakutan.. Ketika Bisnis dirinya merasa bisnis pasti akan hancur karena harani negatif, Ketika akan mengendara dia berpikir pasti akan kecelakaaan karena karena harani negatif, ketika akan kuliah pasti akan gagal wisuda karena harani negatif.
Teori tentang harani menimbulkan ketakutan baru. Hehehe. 

Terus solusinya bagaimana kalau kamu memiliki harani negatif. Solusinya cuma satu, menyadari, menerima, dan mensyukuri hal tersebut. Yang disebut dengan kehancuran tidak selalu buruk. Coba lihat itu, barang-barang plastik yang tidak hancur-hancur justru malah mengotori lingkungan. Tidak bisa di daur ulang oleh alam. Justru yang bisa hancur dan membusuklah yang menyelamatkan kita semua. Sekali lagi saya ingatkan, bahwa harani yang positif dan harani yang negatif keduanya merupakan ujian dari Allah. Bukan masalah bukan masalah negatif atau positifnya tapi masalah bagaimana kita menyikapinya. Bagaimana kita mensyukurinya agar itu semua menjadi ibadah dan pengabdian kepada Tuhan.

Dari pada sibuk ngurusin nama yang hoki atau tidak lebih baik KERJAAA, KERJAAAA, DAN KERJAAA.... Terus Berkarya untuk negeri..





0 Response to "Menerima Harani 11, 13 Sebagai Hadiah dan Karunia Tuhan"

Posting Komentar