Tya Ariestya Ketakutan sampai konsultasi bayi, ternyata Hamil 3 Bulan



Indopos. co. id- Ketakutan, itulah kata yang mampu menggambarkan sosok yang bernama Tya Ariestya karena tidak memiliki buah hati setelah melepas masa lajang dengan Irfan Ratinggang. Setelah melakukan konsultasi nama bayi dan menjalani proses bayi tabung. Artis yang memiliki nama lengkap, Ariestya Noorman Azhar akhirnya telat datang bulan alias hamil.

”Alhamdulillah, Sekarang sudah masuk tiga setengah bulan,” papar pemain film I Love You Masbro. Dikehamilan pertamanya ini, Tya mengaku tidak mengalami kesulitan. Walaupun ia mengalami morning sick seperti kebanyakan ibu hamil pada umummya. ”Rasanya sih sama seperti hamil pada umumnya,” papar pemain film Rahasia Bintang itu .

Karenanya, pemain Panggil Namaku Tiga Kali tersebut memilih mengurangi rutinitasnya di dunia entertainment demi sang buah hati. Tya hanya menerima tawaran menjadi bintang tamu program televisi. Selebihnya ia memilih menghabiskan diri untuk menjaga janin yang dikandungnya dan rileks di rumah. “Syuting produksi sih stop dulu, paling cuma bintang tamu yang satu jam atau dua jam selesai,” pungkasnya. Seperti hitam putih, bukan empat mata, rumah uya.

Setelah melakukan pemeriksaan di dokter kandungan, perempuan kelahiran Jakarta, 30 Maret 1986 tersebut dinyatakan positif berbadan dua alias hamil. ”Sekarang sedang  menikmati kehamilan,”ujarnya saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Senin (29/2). Kabar bahagia itu pun membuat pasangan yang mengucap janji suci pada 17 Agustus 2014 berbahagia. Apalagi, saat ini usia kehamilan atlet Taekwondo tersebut memasuki triwulan pertama.

Tya sendiri memiliki karakter adalah orang yang aktraktif dan melihat ke depan, tetapi sangat tidak sabar. Seseorang yang sangat jelas dan tahu apa yang diinginkan. Serta tahu dimana dan bagaimana mendapatkannya. Sangat cepat membedakan nama baik dan mana buruk. bisa memerintah pada posisi yang tinggi. bisa kaya dan sejahtera. Posisi dimasyarakat akan baik dan biasanya dicapai pada usia sebelum 30 tahun. punya kemampuan dan talenta yang baik serta pandai mengambil keuntungan dari suatu keadaan. cepat marah namun juga cepat reda marahnya. seorang wanita cantik atau seorang pria yang rupawan dimasa mudanya.
Seseorang yang agresif, tidak sabar dan cepat marah, namun memiliki nilai spiritual. kaya dan berorientasi kepada keluarga.

TORCH, Penyebab Keguguran Berulang

Anda mungkin sudah pernah mendengar atau tak asing lagi dengan istilah TORCH. Infeksi TORCH masih menjadi momok bagi setiap kehamilan karena dapat menyebabkan kecacatan, bahkan kematian pada sang janin.

Sering kali ibu yang mengidap TORCH mengalami keguguran berulang pada kehamilannya. TORCH merupakan singkatan dari Toksoplasma, Rubela, Sitomegalovirus (CMV), dan Herpes. Nama infeksi penyakit ini menggambarkan virus maupun parasit yang menyebabkan terjadinya infeksi tersebut.

Rubela

Infeksi rubela disebabkan oleh virus Rubella. Rubella juga dikenal sebagai campak jerman, menyerupai campak, namun bercaknya terlihat lebih kasar. Infeksi rubela pada kehamilan tiga bulan pertama dapat menyebabkan kelainan bawaan (sindroma kongenital) yang sangat buruk. Kelainan bawaan yang paling sering terjadi adalah kelainan jantung, katarak, retinitis (radang pada retina), dan ketulian.

Oleh karena itu, apabila infeksi terjadi pada tiga bulan pertama kehamilan, dokter biasanya akan memberi pilihan untuk pengakhiran kehamilan (aborsi).

Penyakit jenis ini dapat dicegah dengan pemberian vaksinasi kepada sang ibu.

Toksoplasmosis

Toksoplasmosis disebabkan oleh infeksi parasit Toksoplasma gondii. Parasit Toskoplasma gondii ini banyak ditemukan pada daging hewan yang terinfeksi, kotoran dan bulu hewan peliharaan.

Penyakit jenis ini hanya terjadi bila infeksi toksoplasma akut terjadi selama kehamilan. Toksoplasmosis dapat menyebabkan keguguran, bayi lahir cacat, hingga kematian.

Untuk dapat mencegah penyakit jenis ini, lakukanlah deteksi sedini mungkin saat Anda terdiagnosis hamil. Selain itu, Anda juga harus menghindari untuk mengonsumsi daging yang dimasak namun tidak matang, kurangi kontak dengan hewan peliharaan yang berbulu, dan jangan biarkan peliharaan Anda memakan tikus/bangkai.

Saat ini, pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi penyakit jenis ini sudah sangat canggih. Pemeriksaan kordosintesis dan amniosintesis dapat mengetahui sedini mungkin toksoplasmosis melalui komponen janin, yaitu darah atau cairan ketuban. Ibu yang terinfeksi penyakit ini harus mendapatkan terapi yang sesuai oleh dokter.

Herpes

Herpes disebabkan oleh virus Herpes simplex. Penyakit ini dapat menyebabkan bayi lahir dalam keadaan mati atau mati beberapa saat setelah dilahirkan. Penyakit ini biasa ditemukan pada ibu yang menderita herpes, terutama yang memiliki vesikel (seperti lepuh) di bagian kemaluan dan bersifat nyeri.

Pencegahan herpes dapat dilakukan dengan persalinan melalui seksio sesaria, sehingga janin terlindung dari kontak dengan cairan vesikel yang pecah saat melakukan persalinan.

Untuk dapat mengenali dan mendeteksi infeksi TORCH, lakukanlah konsultasi sedini mungkin kepada dokter. Lakukanlah pemeriksaan TORCH sebelum Anda merencanakan kehamilan, dan laksanankan pengobatan secara teratur jika Anda telah terinfeksi TORCH. Dengan melakukan hal ini, ibu akan terbebas dari TORCH dan seorang bayi sehat yang lucu dan menggemaskan dapat dilahirkan dengan aman.

Sitomegalovirus (CMV)

Sitomegalovirus (CMV) disebabkan oleh virus Sitomegalovirus. Di Amerika, CMV merupakan penyebab utama infeksi selama kehamilan, diperkirakan 0,5-2% dari seluruh bayi yang baru lahir.

Gejala yang tampak akibat infeksi ini seperti mikrosefali atau ukuran kepala lebih kecil dari normal, ikterus atau kulit warna kekuningan, hepatosplenomegali atau pembesaran hati-limpa, hingga kematian.

Pada 10-15% bayi yang terinfeksi tidak menimbulkan gejala apapun. Namun, gejala baru akan timbul setelah 1-2 tahun kemudian. Gejala-gejala yang dapat timbul akibat Sitomegalovirus (CMV), misalnya keterbelakangan mental, gangguan pendengaran dan penglihatan, serta gangguan perkembangan sistem saraf lainnya.

Oleh sebab itu, Sitomegalovirus (CMV) disebut sebagai penyebab utama kerusakan sistem susunan saraf pusat pada anak-anak.

Diagnosis CMV dapat diketahui dengan pemeriksaan darah pada ibu. Pengobatan untuk benar-benar mengatasi infeksi jenis ini belum sepenuhnya ditemukan. Karenanya, dokter biasanya hanya akan memberikan obat golongan antivirus sebagai pengobatan. Oleh karena itu, bila CMV terdiagnosis dini sebelum 20 minggu dapat dipertimbangkan untuk menghentikan kehamilan.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tya Ariestya Ketakutan sampai konsultasi bayi, ternyata Hamil 3 Bulan"

Posting Komentar