sejarah dan latar belakang Numerologi

Jika kita ingin menguasai suatu hal secara mendalam, maka pengetahuan tentang sejarah dan latar belakang merupakan hal yang paling penting. Demikian pula jika kita ingin menjadi master dari sebuah ilmu, maka hal yang paling penting adalah memahami akar dari ilmu tersebut.
NUMEROLOGI adalah sebuah istilah yang digunakan untuk ilmu yang mempelajari angka dan bagaimana hubungannya dengan kehidupan. Ilmu ini dapat dikategorikan sebagai sebuah ilmu metafisika yang berasal dari berbagai macam pemikiran filsafat dan pengaruh budaya yang sudah berusia ribuan tahun.
Pada awal sejarah, manusia selalu berusaha sekuat tenaga agar dapat memahami dunia disekitar mereka. Sebagai hasilnya mereka kemudian membuat sebuah bentuk yang mudah dipahami atas segala hal yang mereka amati dan alami. Bentuk ini kemudian berubah menjadi suatu ilmu yang berguna bagi kehidupan manusia itu sendiri.
Selama bertahun tahun, ilmu ini berkembang menjadi beragam ilmu Metafisika yang rumit. Diantaranya adalah Astrologi, Pola Pembacaan wajah (face reading), Pola Pembacaan tangan (palm reading), Feng Shui, Vasthu, dan tentunya Numerologi adalah salah satu diantaranya.
Ilmu Metafisika berasal dari pemikiran filsafat dan pengaruh kebudayaan, dan menyesuaikannya dengan pengalaman manusia itu sendiri berdasarkan hasil pengamatan dan percobaan. Teori ini kemudian disebut dengan teori Empiris.
Empirisme adalah suatu aliran dalam filsafat yang menyatakan bahwa semua pengetahuan berasal dari pengalaman manusia.
Manusia pada jaman dahulu sangat bergantung kepada ilmu Metafisika ini, namun
seiring waktu berjalan, dengan perkembangan pengetahuan dan tehnologi, ilmu ilmu ini kemudian digantikan dengan ilmu yang “lebih bertehnologi”, sehingga hal hal yang bersifat prediktif metafisika sudah tidak menjadi relevan lagi, dan kemudian tergantikan dengan pandangan rasionalis, dimana logika menjadi bukti kebenaran.
Salah satu contoh kebutuhan umat manusia adalah memprediksi pergerakan musim, agar dapat mendapatkan hasil panen yang maksimal. Pada awal mulanya, manusia menemukan ilmu Astrologi yang dipelajari berdasarkan pergerakan benda benda langit yang dapat diamati. Lama kelamaan, seiring dengan perkembangan tekhnologi, ilmu Astrologi ini kemudian digantikan dengan ilmu yang lebih “canggih”, yaitu ilmu Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.
Ilmu Numerologi sendiri, adalah ilmu yang menggunakan bentuk numerik yang diambil dari figure seorang manusia dan menghubungkannya dengan karakter pribadi, dan apa yang bagus atau tidak bagus terhadap kepribadian itu sendiri. Ada dua jenis informasi yang dapat diambil dari ilmu Numerologi. Yang pertama adalah menggunakan komponen yang sudah dalam bentuk numerik, yaitu tanggal, bulan, dan tahun kelahiran. Kedua adalah menerjemahkan komponen dalam bentuk huruf kedalam bentuk numerik, yaitu nama.
Sampai saat ini para sejarahwan belum pernah memastikan kapan bentuk Numerologi pertama di dunia ditemukan. Namun banyak yang meyakini bahwa sejarah Numerologi sendiri tidak jauh berbeda dengan kapan bentuk penulisan angka (numerik) pertama ditemukan.
Arkeolog telah menemukan banyak artifak dalam bentuk “tulisan” manusia sepanjang Asia Selatan dan Eropa. Artifak artifak ini diyakini telah berusia lebih dari 9000 tahun dan dimiliki oleh kebudayaan yang disebut dengan VINCA.
Namun kebudayaan VINCA belum diyakini sebagai bentuk penulisan pertama. Penemuan lainnya yang menjadi pesaing, ditemukan di daerah Tiongkok. Dimana bentuk penulisan ditemukan pada sebuah punuk kura kura, yang ditemukan pada sebuah kuburan yang diyakini berada pada zaman batu. (Neolithic). Bentuk tulisan ini mempunyai persamaan dengan bentuk tulisan yang digunakan pada zaman Dynasti Zhang (Dinasti pertama Tiongkok 1600 SM – 1046 SM).
Bangsa Mesir kuno menulis angka pada daun papirus dengan tulisan hieroglif yang dilambangkan dengan garis lurus, garis lengkungan ke atas, lengkungan setengah lingkaran, yang kemudian dikembangkan menjadi sistem hieratik. Bangsa Roma menggunakan tujuh tanda untuk mewakili angka, yaitu I, V, X, L, C, D, dan M, yang dikenal dengan angka Romawi. Angka ini digunakan di seluruh Eropa hingga abad pertengahan.
Sementara itu, angka modern saat ini, berasal dari simbol yang digunakan oleh para ahli matematika Hindu India sekitar tahun 200 SM, yang kemudian dikembangkan oleh orang Arab. Sehingga, angka tersebut disebut dengan angka Arab.
Penulisan angka tidak dapat dipisahkan dengan sejarah pada saat manusia menggambarkan hal hal yang mereka lihat dalam keseharian mereka untuk pertama kalinya. (seperti gambar gambar yang banyak ditemukan pada situs purbakala). Oleh sebab itu dapat dikatakan bahwa penulisan angka adalah penciptaan simbol terhadap bilangan itu sendiri. Atau dengan kata lain, penulisan angka adalah simbolisme dari bentuk fisik dari angka itu sendiri.
TIGA BENTUK UTAMA NUMEROLOGI
Tiga bentuk utama Numerologi yang paling dikenal saat ini adalah KABALLAH (HEBREW NUMEROLOGY) dari bangsa Yahudi, CHALDEAN (PERSIAN NUMERLOGY), dan PYTHAGOREAN (atau disebut dengan WESTERN NUMEROLOGY).
Ketiga bentuk Numerologi ini selain usia eksistensinya, mempunyai beberapa perbedaan yang spesifik. Sebagai contoh, system CHALDEAN dan PYTHAGOREAN menyusun alphabet dalam bentuk numerik berdasarkan posisi alphabet, seperti :

Sementara metode KABALLAH, menyusun alphabet berdasarkan bunyi suara pengucapan (bunyi fonetik).
Perbedaan lainnya lagi adalah system PYTHAGOREAN dan KABALLAH menggunakan angka 1 sd 9, sementra system CHALDEAN hanya menggunakan angka 1 sd 8, karena system ini percaya bahwa angka 9 mengandung arti suci dan tidak dapat dihubungkan dengan manusia.
Tabel yang menggunakan 8 huruf saja seperti yang terlihat di bawah ini :

Secara singkat, perbedaan dari ketiga bentuk utama Numerologi ini adalah;

Teori Numerologi Pythagoras sendiri mempunyai banyak cabang ilmu yang dikembangkan oleh banyak ahli numerology dunia, diantaranya adalah DR. David A. Phillips, DR. Matthew O. Goodwin, DR. Juno Jordan, Shirley K. Blackwell, dan masih banyak lagi. Kebanyakan ilmu dari para ahli numerology dunia dikembangkan bedasarkan teori klasik dari Numerology Pythagoras sendiri

** Rudy Gunawan ***

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "sejarah dan latar belakang Numerologi"

Posting Komentar