54 % Ibu Baru, Menyesali dalam Beri Nama bayinya, Ini 5 Solusinya !



KOMPAS. com - Apakah Kamu Menyesal dengan nama bayi yang sudah Kamu buat sendiri untuk anakmu? Ternyata Kamu tidak sendirian. Ada Sebuah survei yang menunjukkan bahwa ada 54% dari ibu baru menyesali nama yang mereka berikan untuk anak mereka. Ada yang menyesal karena nama tersebut tidak didukung keluarga besarnya. Ada pula yang menyesal karena nama tersebut ternyata belakangan terdengar aneh dan memberi kesan lucu bahkan negatif. Yang lain menyesal karena nama itu tidak unik atau pasaran seperti nama Ani, Budi, Tono, dll.

 Lebih dari separuh dari orang tua yang menyesali nama yang mereka berikan pada anak mereka juga mengatakan mereka memilih nama-nama yang dikiranya sedang trend  dan bagus  ketika memberi nama bayi. Namun  setelah memberi nama tersebut, 32 persen mengatakan nama anak mereka ternyata lebih umum dari yang mereka perkirakan sebelumnya. “Sebagaimana minat kita akan nama-nama yang menarik dan bagus meningkat, demikian pula halnya dengan obsesi kita dalam memilih nama-nama yang tepat untuk bayi-kita,” kata Laura Wattenburg, pengarang buku "The Baby Name Wizard" .

Tidak ada gunanya menyesali nama yang sudah dibuatkan untuk anak, apalagi kalau nama itu sudah tercatat dalam akte kelahiran si buah hati tercinta. Bisa saja sih, Kamu mengubahnya, namun hal ini butuh upaya yang tidak sebentar dan prosedur hukum yang panjang. Berikut ini Yang bisa Kamu lakukan untuk mensiasati masalah nama ini:

1. Diam dan renungkan
Beri waktu pada diri kamu sendiri untuk diam dan merenungkannya. Ketika Kamu mengalami baby blues (yaitu kondisi yang muncul seperti perasaan galau, gundah, panik, sedih, lelah, depresi dan penurunan mood serta khawatir pasca melahirkan karena ibu sedang berupaya menyesuaikan diri dengan peran barunya). Menu sarapan yang tidak cocok bisa membuat kamu tiba-tiba menangis. Selain perasaan senang karena ada bayi yang baru lahir, ada pula berbagai kekhawatiran yang Kamu rasakan ketika anak baru lahir. Memberikan nama yang lucu atau kurang menarik bisa menjadi salah satu kekhawatiran ini.Misalnya, apakah nama tersebut sesuai dengan karakter anak? Apakah nama yang Anda buat terkesan terlalu berat untuk si bayi? Apakah nama tersebut mengesankan suatu kata yang lucu, mirip seperti nama seorang tokoh yang kurang disukai?  Apabila ini terjadi, biarkan semua perasaan-perasaan itu mengendap sebentar. Berikan waktu untuk lebih mengenal sifat-sifat si kecil, dan beristirahatlah dengan cukup agar Kamu bisa berpikir lebih jernih. Ini akan memunculkan rasa yang lebih baik. Bersamaan dengan waktu, kekhawatiran Kamu akan berangsur hilang.


2. Buatlah singkatan
Mungkin Kamu membuat nama yang terdiri atas tiga kata untuk anak Anda. Lalu, Kamu tidak menyukai salah satu dari struktur nama tersebut. Gunakan saja singkatan untuk nama yang Kamu sesali tersebut. Walau sebenarnya hal ini adalah tidak perlu. Sebagai contoh, Kamu membuat nama Budi Junior Perdana. Kamu tidak menyukai bagian pertama dari nama tersebut, yaitu nama Budi, maka ringkaslah  namanya menjadi B. Junior Perdana. Dengan menjadikannya singkatan, Anda akan sedikit melupakan nama yang menurut kamu kurang Kamu sukai itu.


3. Buat nama panggilan atau inisial 
Setelah beberapa waktu terlewati, Kamu mungkin tak terkesan lagi dengan rangkaian nama yang Kamu rancang sendiri bersama suami. Dari pada bingung karena nama tersebut sudah terdaftar dalam akte kelahiran si kecil, lebih baik memikirkan untuk membuat nama panggilan unik dan khusus dengan menyingkatnya. Misalnya, karena sang ayah bernama Totok, lantas Kamu menamai si bayi Totok Junior. Menyesal dengan nama ini? Nah, berikan saja panggilan TJ/ TeJe.


4. Ubah ejaannya
Kalau Kamu merasa nama si buah hati tercinta terlalu pasaran dan biasa, atau tidak istimewa, buat namanya menjadi lebih unik dengan mengubah ejaannya. Misalnya, nama Sandi bisa Kamu tulis sebagai Shanndy. Kamu bisa menambah huruf yang tunggal menjadi dobel, atau menambah huruf h pada beberapa huruf atau mungkin juga mengubah huruf "i" menjadi "y". Sebaliknya, bila penulisan namanya terlalu ribet atau susah, Kamu bisa membuatnya lebih simpel sesuai dengan cara membacanya. Kurangi huruf yang dobel. Atau  Misalnya, daripada Shanndy, lebih baik Kamu menulisnya sebagai Sandi. Sederhana  kan?

5. Gunakan nama tengahnya
Ini alternatif lain untuk pilihan lain selain di atas. Kalau Kamu merangkai nama anak dalam dua kata atau lebih, dan Kamu menganggap nama depannya aneh, panggil saja dengan nama tengah atau nama belakangnya. Saat anak kuliah atau bekerja nanti, umumnya pergaulan yang berbeda akan menerima nama-nama panggilan baru yang lebih seru. Atau, ia sendiri sudah lebih pede untuk memakai nama depannya.

-----------
Pencegahan
Untuk mencegah rasa sesal belakangan karena membuat nama bayi yang tidak biasa, ada beberapa hal yang harus kamu coba.

Cobalah utuk menghindari nama yang sedang tren.Karena Ketika ada sebuah film atau reality show dengan tokoh yang begitu populer maka belakangan Kamu akan tahu bahwa banyak orangtua yang memberi nama anaknya dengan nama tokoh tersebut. Akhirnya nama anak menjadi pasaran. Atau Ketika Kamu ingin memberi nama anak sesuai dengan nama tokoh idola Kamu, pastikan persepsi Kamu tentang orang itu tidak berubah. Karena terkadang beberapa tokoh ini tersandung kasus yang kurang baik, Kamu nanti jadi menyesal telah memberi nama anak sesuai nama tokoh tersebut.

Ketika memiliki nama untuk bayi yang belum lahir, coba biasakan diri Kamu dengan memanggil bayi di dalam kandungan dengan nama tersebut. Dengarkan bagaimana Kamu menyebut nama tersebut, dan bagaimana rasanya dalam hati Anda. Apakah nyaman atau tidak?? Dengan demikian, Kamu menjadi semakin terbiasa dengan nama tersebut, dan akan mampu mengubah nama pada waktunya sebelum nama pilihan Kamu keburu disahkan dalam akte kelahiran. Ini khusus untuk yang sudah mengetahui jenis kelamin bayi nya.

Orang tua yang tidak mau repot-repot pusing dan menyesal dalam memberi nama anak bisa menggunakan jasa pembuat nama atau konsultan nama. Kini semakin banyak orang tua melakukan hal tersebut, karena mereka menyadari anak mereka hidup dalam ruang yang kompetitif, sehingga memberi merk yang bisa membuat mereka sukses adalah sesuatu yang masuk akal (Meskipun seorang bayi bukanlah sebuah merk dagang). Jika merk itu tidak hoki dan terlalu pasaran sejak awal, ganti saja!


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "54 % Ibu Baru, Menyesali dalam Beri Nama bayinya, Ini 5 Solusinya !"

Posting Komentar