Life is Vibration Games,and Games Need a Numbers





Seperti dalam artikel sebelumnya yang membahaas tentang  Hakikat 4 digit Personal Life Code Power of Numbers .  Bahwa sesungguhnnya kehidupan ini adalah energi yang bergetar. Maka kali ini kita akan berputar kedepan kembali tentang apa pentingnnya teori tentang numerologi. Kehidupan manusia dan alam semesta selalu berhubungan dengan bilangan. Mulai dari hal yang paling sederhana seperti nomor HP, Nomor Sepatu, dan alamat rumah, sampai kepada hal yang lebih kompleks, seperti rumus fisika dan mamtematika.


Bilangan selalu berputar dalam kehidupan seperti berputarnya siang dan malam serta memberikan pengaruh yang sangat besar bagi umat manusia. Bilangan-bilangan ini bisa terlihat atau tidak terlihat.


Namun yang jelas alam semesta ini terukur dan seimbang. Tanpa disadari, bilangan disekeliling kita ini menentukan perasaan, emosi, sikap, dan tindakan kita semua.


Artinya, kita sebenarnnya bisa memakai bilangan dalam menentukan apa yang baik dan tidak baik untuk kita. Termasuk dalam menentukan hari-hari baik atau tidak baik.Termasuk dalam menentukan tempat yang baik atau tempat yang tidak baik.


Apakah di dalam agama kepercayaan seperti ini tidak dilarang. Kita ambil contoh Islam sebagai agama terbesar di Indonesia.


Sesungguhnnya di sana di ajarkan bahwa ada waktu waktu tertentu yang sangat baik untuk berdoa. Misalnnya seperti saat jam 03.00 pagi, saat  bulan Ramadhan, saat shalat ketika sedang sujud, dll.Ini menunjukan ada waktu-waktu tertentu yang baik dan ada waktu-waktu tertentu yang lebih baik untuk melaksanakan sesuatu.
.


Lalu bagaimana dengan penentuan tempat yang tepat secara Numerologi ? Apakah kepercayaan ini tidak melanggar aturan agama juga. Mari kita lihat.Kita ambil contoh Islam sebagai agama terbesar di Indonesia.


Sesungguhnnya di sana di ajarkan bahwa shalat di tempat Masjidil Haram adalah pahalannya 1000 kali lebih banyak dari pada di tempat biasa. Ini menunjukan bahwa ada tempat-tempat tertentu yang "baik" dan "tidak baik". Hitung-hitungan seperti ini bisa di teliti dan dilakukan pendekatan secara rasional.


Ilmu tentang Bilangan bilangan sebenarnnya juga dapat memberikan informasi tentang potensi kebahagiaan dan kegembiraan untuk kita, disisi lain bilangan dapat melihat potensi-potensi yang membuat kita merasa sedih, bahkan menghancurkan hidup kita.


Pythagoras (570 SM —495SM) adalah salah seorang yang  terkenal dalam mengembangkan  numerologi. Mungkin nasibnnya dia karena dia juga adalah seorang pioner dalam ilmu   matematika dan juga seorang filsafat ilmu yang lain. Dia dikenal sebagai “bapak bilangan’, dengan peninggalan yang terkenal teori Pithagorasnya (a2=b2+c2).


Dia juga disebut sebagai Bapak Numerologi. Banyak ahli  numerologi yang memakai konsep dia. Walaupun mungkin bentuk numerologi zaman dia berbeda dengan bentuk yang zaman sekarang.Walaupun mungkin jumlah bulan waktu itu tidak berjumlah 12 buah. Namun dialah inspirator.

Pitagoras Lahir 5 abad sebelum Baginda Jesus Lahir, dan 12 Abad sebelum Baginda Muhammad Lahir. Pada waktu itu kebenaran masih tidak se "dogmatis" agama-agama besar dunia, yaitu Islam dan Kristen. 

Pythagoras dan para muridnya percaya bahwa segala sesuatu di alam semesta ini connect dengan angka-angka. Segalanya dapat diprediksikan dan diukur dalam siklus dan ritme serta statistik.


Segala fenomena alam dapat dinyatakan dalam bilangan atau perbandingan bilangan. Matematika adalah ibu yang melahirkan banyak ilmu. Walaupun numerologi bukan termasuk dalam matematika. Namun akar filsafat dari matematika adalah filsafat numerologi.


Sebagai seorang yang di cap sebagai bapak dari matematika modern, Menurut Pythagoras, matematika menjelaskan bilangan sebagai bentuk atau raga. Sementara numerologi melihat dari persepsi yang berbeda, yaitu bilangan sebagai jiwa.

Jika kita menggabungkan matematika dan numerologi, maka kita akan mendapatkan sebuah keindahan perpaduan jiwa dan raga dari seluruh bilangan-bilangan yang berada disekitar kita.


Sebagai contoh; bilangan 1 adalah bilangan tunggal. Tidak ada bentuk fisik lainnya yang terwakilkan, kecuali bentuk fisik yang diwakilkan oleh bilangan 1.


Sebagai contoh; jika kita mengatakan bahwa “di ruangan ini hanya ada 1 orang yang bernama si Budi’ maka bilangan 1 akan mewakili Budi saja sebagai sosok manusia. Tidak ada orang lain kecuali Budi . Pengertian bentuk fisik ini merepresentasikan ilmu matematika. Dengan kata lain, kita menilai Budi  dengan Matematika.


Namun apakah selama ini kita hanya mengenal Budi  sebagai seseorang dengan tinggi 189 cm, mempunyai  2 bola mata, 2 kali, 1 hidung, dan 10 buah jari ? Tentu Tidak... Tentunya terlalu naïf, jika kita hanya mengenal Budi  dengan bentuk fisiknya saja. Di sinilah numerologi sosial berperan.. Manusia bisa di profilingkan menggunakan teori numerologi dan turunanya.


Budi  tentunya lebih senang dikenal dengan sifat, karakter, dan pencapaian.  Apakah sebagai seorang yang memiliki pekerjaan sebagai dokter atau seorang polisi. Sebagai seseorang yang tegas atau murah hati. Karena pada dasarnya manusia adalah mahluk yang unik dan tidak identik. Setiap angka akan mewakili ciri khas tertentu dari manusia itu sendiri.


Lalu, apakah bilangan mempunyai hubungan dengan kepribadian manusia ?  Ada  beberapa penelitian ilmiah di Universitas tentang angka dari tanggal lahir yang membawa karakter sifat tertentu bagi seseorang. Belum begitu terkenal di Indonesia. Sesungguhnnya kepribadian manusìa bisa terpetakan dengan banyak cara. (Baca :  6 Cara Menganalisa Potensi Sukses  )

Apakah bilangan dalam kehidupan kita dapat diasosiasikan dengan jiwa atau kepribadian seseorang ? Bagi kami adalah Iya jawabannya... Numerologi adalah salah satu jawabannya. Dan bilangan tanggal lahir adalah bilangan yang diasosiasikan dengan jiwa dan kepribadian seseorang. Tentu ini pun masih sebuah proses.



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Life is Vibration Games,and Games Need a Numbers"

Posting Komentar