Agama Melarang Mempercayai Ramalan, 3 Ramalan yang Diperbolehkan

Agama melarang untuk mempercayai ramalan. Nasib seseorang tergantung pada dirinya dan bukan hasil ramalan.

Mempercayai ramalan adalah mempercayai ketidakpastian. Sama seperti judi. Tidak pasti. Spekulan. Untung-untungan. Taruhan. Namun di bagian nasib. Bukan di uang. Taruhan di bidang nasib.

Ramalan adalah hasil dari "kekacauan komplek" yang tidak serta merta bisa di ikuti Manusia. Hukum Chaos dalam fisika menyebutkan:

Chaos is When the present determines the future, but the approximate present does not approximately determine the future. (Wikipedia)

Artinya : Ketika kondisi masa kini akan menentukan masa depan, tetapi untuk perkiraan masa kini juga kira-kira tidak bisa menentukan masa depan.

Itulah sifat ramalan bersinggungan dengan sudut pandang theory chaos fisika.

Walaupun begitu. Tidak bisa serta merta ramalan di hilangkan dari muka bumi ini. Mengapa? Karena ramalan itu juga memang benar-benar ada.

Peradaban mesir pun dibangun oleh para raja-raja dan ahli ramal. Ahli ngemat. Karena memang spiritualitas itu bergesekan dengan ramalan. Nabi adalah seorang peramal. Istilah yang lebih halus adalah mendapat Wahyu tentang masa depan dari Tuhan. Nabi Yusuf pun ahli ramal. Lewat mimpi.

Kekacauan terkadang di butuhkan dalam hidup. Ada sebuah penelitian. Dilakukan di perempatan jalan. Di sebelah perempatan ada pasar. Ramai. Untuk mencegah terjadinya kecelakaan, lalu di pasang lampu lalu lintas. Orang orang yang melanggar lampu lalu lintas di tilang. Lalu apa yang terjadi setelahnya? Ternyata setelah dilakukan hal seperti itu, justru angka kecelakaan meningkat.

Akhirnya penilangan di berhentikan. Dan membiarkan sedikit ada pelanggaran-pelangga­ran terjadi. Tentu terjadi ketidakteraturan. Apa yang terjadi sekarang ?? Ternyata angka kecelakaan menurun drastis. Bahkan tidak terjadi lagi di perempatan tersebut.

Pelajaran apa yang bisa di ambil dari kejadian di atas? Kehidupan ini ada banyak faktor yang memengaruhi. Keteraturan tidak diperlukan mutlak bagi suatu situasi. Dan ketidakteraturan terkadang dibutuhkan dalam ukuran yang sedikit demi terciptanya kehidupan. Irasionalitas pun di butuhkan.
.


Sebagai manusia kita tidak boleh bergantung pada ramalan. Manusia adalah makhluk yang bebas menentukan nasibnya sendiri.

Lalu bagaimana cara kita memprediksi masa depan ?? Mengambil keputusan yang benar-benar tepat. Untuk masa depan. Kalau ramalan sendiri di larang.

Kita sebagai manusia. Yang sedang dalam perkembangan ilmu pengetahuan, hanya boleh mempercayai 3 buah ramalan, yaitu :
1. Ramalan cuaca
2. Ramalan transportasi
3. Peramalan komunikasi,dll

Peramalan komunikasi merupakan sebuah proses memprediksi masa depan di bidang komunikasi, dll berdasarkan data-data yang didapatkan di masa sekarang, serta menggabungkannya dengan analisa tren yang sedang terjadi. (Wikipedia)

Untuk memprediksi masa depan tentu bisa saja mudah. Kalau tidak mau di bilang sulit. Alam semesta ini memiliki hukum siklus. Ada siang lalu malam lalu siang lagi, dst. Musim hujan, musim kemarau, musim hujan lagi, dst. Biji tumbuh, tunas, berbunga, berbuah, pohon mati, biji yang telah jatuh tumbuh kembali. Itu siklus. Termasuk nasib. Ada siklusnya juga.

Ada yang membuat siklus 2 periode, ada siklus 3 periode, ada siklus 5 periode ( hari penanggalan Jawa), ada siklus 7 periode (hari Masehi), ada siklus 9 periode.

Kehidupan dan nasib manusia pun sebenarnya siklus. Walaupun yang terjadi zaman dahulu berbeda dengan yang terjadi di zaman ini. Namun selalu saja ada kemiripan. Itu pasti. Itulah siklus.

Siklus itu Tinggal di statistik saja datanya. Ilmu statistik matematika sekarang ini cenderung sudah mapan. Tinggal pengambilan datanya saja yang harus jujur, benar, dan valid. Maka segala sesuatu bisa di ramalkan. Secara rasional.

.


Jika kita tidak mengenal orang suci, sulit percaya dengan orang suci, maka pendekatan statistik akan membantu kita. Siapakah orang suci tersebut? Orang suci adalah orang yang bisa terbang. Jiwanya bisa terbang ke langit kesadaran.

Apakah orang suci seperti ini bisa meramal ? Jawabannya bisa. Namun sayangnya, orang suci hanya bisa dilihat oleh orang suci juga. Hati kita harus suci.

Kami berikan analogi. Jika kita sedang berada di dalam rumah yang tertutup, kita tidak bisa melihat ada orang berjalan di luar. Namun bagi orang suci, pandita, brahmana, wali, apapun sebutannya. Jiwa dia bisa terbang dan keluar atap rumah. Jiwa bisa menembus sekat tembok dan atap. Dia tahu ada orang berjalan di luar rumah. Bahkan bisa jadi Dia pun tahu, orang yang berjalan tersebut akan jatuh ke selokan karena berjalannya terlihat sempoyongan kurang berhati-hati. Dia melihatnya dari atap rumah.

Apakah kita tahu semua kejadian itu ?? Kita tidak tahu. Pemahaman dan pengetahuan seorang yang suci inilah yang disebut ramalan. Bagi kita itu adalah ramalan. Namun bagi orang suci itu adalah biasa saja. Itu bukan ramalan. Itu Natural. Alami. Setiap orang yang memiliki kesadaran tinggi cenderung bisa meramal, bahasa populernya bisa memprediski.


Ramalan seperti ini adalah salah satu ayat-ayat Tuhan. Ayat Tuhan ada di tiga tempat. Di alam semesta, di dalam diri kita, dan di dalam kitab suci yang tertulis.

Apakah dengan mempelajari hukum siklus maka di dapat kepastian?? Jawabannya pun adalah tidak. Karena hidup ini pun banyak faktor. Z = y + x + w + v + . . . . Begitulah kehidupan.

Apakah kamu mau diramal dengan pendekatan statistik terbaru yang saat ini ada ?? Hubungi kami.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Agama Melarang Mempercayai Ramalan, 3 Ramalan yang Diperbolehkan "

Posting Komentar