Nama Bukan Sekedar Kata Biasa, Benarkah?



Arkand. com- Nama adalah Energi. Segala sesuatu di alam semesta ini adalah perwujudan energi. Batu yang keras adalah energi. Kayu adalah energi. Air adalah energi. Api adalah energi. Udara adalah energi. Pikiran adalah energi. Cahaya adalah energi. Suara adalah energi. .

Nama yang merupakan energi yang bekerja pada seluruh lapisan pikiran (berpusat pada ) bukanlah sekedar kata atau kumpulan kata saja yang tidak memiliki pengaruh dalam kehidupan. Nama mempengaruhi seluruh kehidupan pribadi dan sosial. Nama pribadi juga mempengaruhi hubungan pribadi dengan alam semesta. Demikian pula dengan nama kelompok; mempengaruhi kehidupan kelompok tersebut, baik antar anggota kelompok maupun dengan siapa saja di luar kelompok tersebut.

Jadi tidak tepat apa yang dikatakan William Shakespeare tentang apalah artinya sebuah nama. Penelitian yang dilakukan DR. Masaru Emoto menunjukkan bagaimana pengaruh energi yang disampaikan melalui pikiran baik melalui media suara atau gambar memberikan pengaruh nyata pada kristal yang terbentuk dalam air.

Alam semesta dan seisinya berjalan dalam keteraturan yang pasti, dalam satu sistem besar (Grand System) yang pasti. Sistem besar dan seluruh sub-sub sistem di dalamnya adalah manifestasi dari energi yang kekal. Energi itu juga bekerja dalam pikiran manusia.

Demikianlah mengapa orang-orang yang sakit dan tak kunjung sembuh dapat menjadi sembuh setelah memperbaiki struktur namanya.
Pada masa lalu nama didekati melalui pendekatan budaya dan spiritualitas, saat kini nama didekati melalui pengetahuan yang menampilkan parameter-parameter sebagai penunjuk kualitas nama.

Pada masa lalu perubahan nama bukan hanya terjadi pada usaha penyembuhan seseorang yang sakit terus menerus, melainkan juga terjadi dalam usia tertentu yang menandai perkembangan usia dan atau pengakuan atas pencapaian tingkat kesadaran seseorang yang lebih tinggi. Perubahan nama juga terjadi pada seseorang yang mencapai kedudukan tertentu dalam kehidupan sosial, demikian juga terjadi pada seseorang yang mencapai tingkatan tertentu dalam perjalanan spiritualnya.

Saat ini kita dapat memperbaiki struktur nama bukan hanya sebagai bentuk usaha penyembuhan melainkan juga untuk memiliki energi yang lebih baik dan kuat untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik.

“Energi dalam nama terpusat dan masih laten. Ketika nama diberikan pada suatu obyek maka obyek itu memiliki nama. Melalui nama itulah obyek dikenal. Di sini, kekuatan laten dalam nama diaktifkan. Sebaliknya, ketika obyek tidak diberi nama, maka obyek itu tak memiliki kekuatan. Oleh karena itu, nama memiliki kekuatan yang lebih besar daripada obyek yang dinamai.” (PR Sarkar, Nama and Namii, Subhasita Samgraha Part 21)

Pikiran manusia terdiri dari lima lapisan:
Conscious Mind
Subconscious Mind
Supramental Mind
Subliminal Mind
Subtle Causal Mind

terdapat dua pola kerja; gambar-gambar dan kata-kata. Bagian gambar (visual) bekerja di 3 lapisan teratas. Bagian kata-kata (audio) bekerja di seluruh lapisan pikiran. Kata-kata yang bekerja dalam pikiran yang menjadi identitas diri adalah kata-kata yang digunakan sebagai nama diri.

Demikianlah nama diri yang merupakan bentuk energi yang bekerja dalam pikiran manusia membentuk karakter manusia dan merupakan sub sistem dalam sistem besar yang bekerja dalam alam semesta ini. Manusia menemukan bahwa “Segala sesuatu dalam sistem besar bekerja dalam kode-kode tertentu baik sudah disadari ataupun belum disadari” (Stephen Hawking). (Baca juga: Mengapa Harus Memberi Nama yang Baik)

Nama dibutuhkan untuk memanggil seseorang atau obyek. Nama bukanlah sekedar kata atau kumpulan kata, melainkan mengandung ideasi dan energi. Ilmu fisika menyebutkan, energi bersifat kekal, tak dapat diciptakan, dan tak dapat dimusnahkan. Segala sesuatu di alam semesta ini memiliki energi, termasuk nama.

Nama bukan sekedar kata. Seperti dinyatakan dalam Al-Qur’an bahwa nama itu adalah identitas dan energi.
“ … bertasbihlah (menyatakan puja-puji) dengan menyebut nama Tuhan-mu Al-‘Azhim (Sang Maha-agung).” [Al-Qur’an, surah Al-Wāqi’ah (Peristiwa besar) / 056:096; Al-Hāqqoh (Hal pasti) / 069:052] sebutlah nama Tuhan-mu pada waktu pagi dan petang.” [Al-Qur’an, surah Al-Insān (Manusia) / 076:025]
“… Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman (Sang Pengasih), atau dengan nama mana pun. Dia mempunyai nama-nama indah (al-asmaaul husna) … “[Al-Qur’an, surah Al-Isrō’ (Perjalanan malam) / 017:110]
“Sungguh orang-orang beriman itu bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan bila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka, dan cuma kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. [Al-Qur’an, surah Al-Anfāl (Rampasan perang) / 008:002]
“ … Dia mengajar Adam (manusia) seluruh nama-nama (benda-benda, peristiwa-peristiwa), lantas mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah nama-nama itu jika kamu betul pihak-pihak yang benar!” Mereka jawab: “Mahasuci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari yang telah Kau-ajarkan; sungguh Kau-Mahatahu-Mahabijaksana.” Allah berfirman: “Hai Adam, beritahulah mereka nama-nama ini.” Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama itu, Allah berfirman: “Bukankah sudah Ku-katakan, bahwa sungguh Aku tahu rahasia langit dan bumi dan tahu apa yang kamu ungkapkan dan kamu sembunyikan?” [Al-Qur’an, surah: Al-Baqarah (Sang Sapi Betina)/ 002:031-033]
Segala sesuatu bersumber hanya dari Allah saja karena Allah Mahabesar adalah Pencipta segala sesuatu. Manusia harus membaca seluruh alam ciptaan Allah ini dan memanfaatkannya dalam kebaikan. Menggunakan akal sehat untuk menemukan dan mengembangkan pengetahuan untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik.
“Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan ditetapkan-Nya koordinat-koordinat posisi bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu tahu perhitungan kalender dan perhitungan-perhitungan. Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan benar. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang berpengetahuan.” [Al-Qur’an, surah Yūnus / 010:005]
“Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang, agar kamu (dengan basis waktu) mencari karunia dari Tuhanmu, dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan-perhitungan. Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas. “ [Al-Qur’an, surah Al-Isrō’(Perjalanan malam) / 017:012]
Demikianlah Allah menciptakan segala sesuatunya dalam keteraturan. Dalam keteraturan ini manusia dapat melihat – menemukan – mengembangkan ilmu pengetahuan.
Dulu tidak ada pesawat terbang dan saat ini ada banyak orang sudah terbang dengan pesawat menuju ke tempat-tempat yang berjarak jauh dalam waktu yang jauh lebih cepat.
Dulu manusia mendekati nama melalui pemahaman yang didapat dari pengamatan yang terbatas saja. Kemudian Allah menyatakan pada manusia melalui Al-Qur’an bahwa nama adalah identitas dan energi.

Diambil dari “The Manutiras – Kode-Kode Rahasia” karya DR. Arkand Bodhana Zeshaprajna, B.Msc., B.Psy., M.Msc., Ph.D.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Nama Bukan Sekedar Kata Biasa, Benarkah?"

Posting Komentar