Hadiri Kegiatan Budaya, Gubernur Jawa Tengah Diminta Beri Nama Bayi

Hadiri Kegiatan Budaya, Gubernur Jawa Tengah Diminta Beri Nama Bayi

Detik. com- Kantor Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah yang jauh dari hingar bingar kota, siang tadi hingga petang ramai dengan pagelaran seni dan ribuan warga yang menonton. Bahkan seniman Sawung Jabo ikut meramaikan bersama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Berbagai atraksi disuguhkan dalam acara Silaturahmi Budaya yang berlangsung meriah itu, antara lain Karawitan Puspito Laras, Penthulan Gowong, Kemprangan Brunorejo, Calung SMA Islam Sudirman Bruno, Tayub Puspito Laras, Tari Topeng, dan Kuda Lumping Sri Mardi Budoyo.

Halaman kantor Kecamatan Bruno pun disulap menjadi panggung seni berhias daun jati, blarak pohon kelapa, dan bambu oleh seniman Magelang Tanto Mendut. Seniman itu juga memimpin Komunitas Lima Gunung yang mempersembahkan tarian Ritus Bedhayan Ndolalak.

Di akhir tarian, para penari membawa topi Ndolalak dan mewisuda Ganjar sebagai Putra Ndolalak sekaligus untuk memperingati hari ulang tahun Ganjar ke-47 pada tanggal 28 Oktober lalu.

"Mas Ganjar sudah diwisuda jadi Putra Ndolalak, sudah dianggap warga kehormatan Bruno. Jangan dilepas ya mas, kalau upacara di Semarang di pakai," canda pembawa acara, Sih Agung yang juga seorang Seniman, Jumat (30/10/2015).

"Aku kalau memberi nama bayi harus tirakatan dulu. Gini saja aku minta nomor Handphone-mu, jenenge tak SMS (namanya kirim lewat SMS)," kata Ganjar kepada suami Sohifah, Mujib yang menyusul ke panggung.
"Ini anak pertama? Jangan banyak-banyak anaknya. KB, ya," imbuh Ganjar.

Setelah itu Jabo menyanyikan beberapa lagu diantaranya "Bento" dan "di Atas Langit Masih ada Langit". Sesi sambung rasa antara Ganjar dan warga pun berlanjut, unek-unek warga pun terlontar salah satunya keinginan adanya SMK di Kecamatan yang jauh dari kota itu.

Acara berlangsung hingga petang. Sebagai penutup, ditampilkan Tari Ndolalak oleh para gadis dari Desa Kaliwungu, Kecamatan Bruno. Para penari itu juga menarik Ganjar dan warga untuk ikut menari bersama.

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan interaksi antara Ganjar dan warga. Tidak diduga ternyata yang maju pertama kali adalah wanita hamil 8 bulan bernama Sohifah. Ia  punya keinginan agar anaknya yang akan lahir diberi nama oleh Ganjar. Hadiri Kegiatan Budaya, Gubernur Jawa Tengah Diminta Beri Nama Bayi .

Usai itu acara kembali berlanjut dengan penampilan Sawung Jabo dan rekan-rekannya. Namun sebelum bernyanyi, Jabo meminta Ganjar membacakan puisi berjudul "Hening". Politisi PDIP itu pun tidak bisa menolak dan membacanya dengan iringan gitar Jabo.

Tarian Ganjar tidak berlangsung lama karena dikerubuti warga yang ingin berfoto. Kemudian saat Ganjar mulai beranjak berpamitan dan berjalan menuju mobilnya, ada peristiwa beberapa penari topeng kesurupan dan langsung ditangani beberapa orang.

Hari ulang tahun Gubernur Jawa Tengah yang ke–47, Ganjar Pranowo, menjadi sangat istimewa saat masyarakat Buno di Puirworejo, mewisuda Ganjar sebagai putera ndolalak. Wisuda yang dilakukan di depan Kantor Kecamatan Bruno, ditandai dengan penyematan topi Ndolalak disaksikan oleh ratusan masyarakat dan para pejabat.

Mendapat sambutan yang mengejutkan tersebut, Ganjar Pranowo harus meladeni pihak tuan rumah. Setelah diwisuda menjadi warga Ndolalak, berbagai atraksi kesenian lantas ditampilkan. Setelah beberapa atraksi kesenian mengiringi kehadiran Ganajar di kampung Ndolalak tersebut, kejutan lain muncul. Hadiri Kegiatan Budaya, Gubernur Jawa Tengah Diminta Beri Nama Bayi

Menurut Ganjar Pranowo, tugas seorang Gubernur ternyata tidak hanya ngurusi masalah pemerintahan dan pembangunan infrastruktur daerah saja. Memberi nama calon bayi juga menjadsi salah satu tugas tambahan seorang Gubernur. Dalam silaturahmi budaya di kampung Ndolalak tersebut Ganjar banyak menerima permintaan dari masyarakat, termasuk permintaan untuk membangun SMK.

“Saya kalau harus memberi nama calon anak ibu tidak bisa saya lakukan sekarang, karena saya terlebih dulu harus tirakatan. Saya minta nomor Hp ibu, nanti kalau sudah menemukan nama yang bagus saya SMS,” ujar Ganjar kepada sang ibu yang dengan semangat memberikan nomor telepon HP yang dimiliklinya kepada Gubernur.
"Sebagai Putra Ndolalak, Mas Ganjar sudah dianggap warga kehormatan Bruno. Topi tidak boleh dilepas selama acara. Kami juga berharap kalau memungkinkan, topi Ndolalak tersebut bisa dipakai mas Ganjar dalam kesehariannya,” tutur Sih Agung, selaku pembawa acara.
Disela hiruk-pikuk masyarakat menyaksikan atraksi budaya, seorang ibu hamil tiba-tiba menyeruak ke tengah panggung. Ibu hamil yang bernama Shofiyah tersebut meminta kepada Gubernur untuk memberi nama calon bayinya yang masih dalam kandungan. Mendapat permintaan diliuar dugaan tersebut, Ganjar nampak hanya tertawa-tawa.

Silaturahmi Budaya ini juga mampu menarik perhatian Seniman Magelang Tanto Mendut. Ia memimpin Komunitas Lima Gunung mempersembahkan tarian Ritus Bedhayan Ndolalak. Tanto juga menggarap artistik panggung menggunakan materi daun jati, blarak pohon kelapa, dan bambu.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Hadiri Kegiatan Budaya, Gubernur Jawa Tengah Diminta Beri Nama Bayi "

Posting Komentar